Minggu, 22 Januari 2012

Benteng Terakhir itu Bernama Granada



Setelah invasi kaum Kristen, Al-Amra mengalami penelantaran dan hampir menjadi puing-puing tak brbekas jika tak dikunjungi oleh seorang penulis terkenal Amerika, Irving
K

ota Granada menjadi terkenal ketika kaum Arab (disebut bangsa Moor oleh orang barat) memilih daerah itu untuk menjadi lokasi perdagangan di awal abad ke-13. Segera setelah itu, sebuah kompleks benteng, dengan nama Qalat Al-Hamra (Benteng Merah), dibangun di atas plato tinggi untuk memberikan pemandangan kota yang indah bagi emir Moor, serta lokasi yang tepat untuk mempertahankan diri dari para penyerang.
          Awalnya, sebagai sebuah tempat perlindungan ketika Granada dikepung, tembok-tembok tinggi Al-Hamra pada akhirnya menjadi sebuah benteng, memagari pasar kecil dan beberapa istana indah. Perkembangan selanjutnya, “istana” ini kemudian dirancang untuk mencerminkan keindahan surga. Al-Hamra pun akhirnya menjadi kompleks yang terdiri atas taman-taman, air mancur, sunagi kecil, istana, dan sebuah mesjid, semuanya didalam tembok yang dikelilingi 13 menara raksasa di titik-titik strategis.
          Al-Hamra adalah warisan yang membanggakan bagi kebudayaan Arab di Spanyol serta keahlian membangun Muslim, Yahudi, dan Kristen.
          Nama Al-Hamra berasal dari warna merah tanah liat yang digali untuk membuat tembok-temboknya. Sebuah penjelasan yang lebih puitis datang dari para cendekiawan muslim yang mengatakan bahwa pembanguna benteng Al-Hamra dilakukan dengan cahaya obor, yang kemudian memberikan warna merah pada tembok-tembok itu.
          Dimulai pada tahun 1238 oleh penguasa muslim, Muhammad Al-Ahmar, pembangunan kompleks Al-Hamra diselesaikan oleh anak laki-lakkinya, Muhammad II. Generasi penerus para pemimpin muslim terus memperluas bangunan yang telah ada dan menambahkan bangunan baru.
          Selesai dibangun menjeleng akhir kekuasaan muslim oleh Yusuf I (1333 - 1353) dan Muhammad Sulatan (1353 - 1391), beberapa bangunan terakhir yang dibangun di Al-Hamra mencerminkan kebudayaan Emirat Nasrid.
          Lingkungan itu juga menjadi tempat mengungsi para seniman dan intelektual ketika Kristen Spanyol bergerak masuk ke kawasan tersebut.
Pada tahun 1527, ketika Andalusia jatuh ke tangan penjajah, kaum muslim akhirnya terpaksa meninggalkan lahan seluas 142.000 meter persegi itu.
Setelah invasi kaum Kristen. Al-Hamraa mengalami penelantaran dan hampir menjadi puing-puing tak berbekas jika tak dikunjungi seorang penulis Amerika.
Pada tahun 1829, saat mengelilingi Eropa, novelis Washington Irving – paling terkenal dengan horror klasiknya, The Legend of Sleepy Hollow – mengunjungi Al-Hamra dan terinspirasi untuk menulis satu koleksi kisah petualangan romantis berjudul Tales of Al-Hamra. Dalam suratnya yang dikirim ke seorang teman, Irving menuliskan bahwa Al-Hamra adalah kota yang paling indah, berlokasi di lanskap yang paling cantik yang pernah ia lihat.
Pujian Irving terhadap Al-Hamra dan sukses besar untuk  bukunya mengubah Granada dan sekitarnya menjadi kota yang paling sering dikunjungi di Eropa. Aliran uang dari wisatawan juga memfasilitasi parbaikan bangunan-bangunan, menara, lapangan, kolam ikan, dan taman-taman Al-Hamra.
Sekarang, Al-Hamra menjadi pameran arsitektur, desain lanskap, dan desain interior islam, dan merupakan daya tarik wisatawan yang terkenal.




Fly Me to The Moon


Poets often use many words to say a simple thing
It takes thought and time and rhyme to make a poem sing
With music and words Ive been playing
For you I have written a song
To be sure that you know what Im saying
Ill translate as I go along
Fly me to the moon and let me play among the stars
Let me see what Spring is like on Jupiter and Mars
In other words, hold my hand
Fill my heart with song and let me sing forever more
You are all I long for,
In other words, please be true
In other words, I love you

Introducing myself to you

Ni blog kayaknya udah lama, tapi gue lupa satu hal yang palling penting, yaitu,,, ‘KENALAN’,,
Ok, nama gue Syarifah Ayu Rahmanissa Al-Aidid, panggilan yang paling umum sih Syarifah,, tpi temen” deketku manggil Rifa, ipeh, bahkan ada yang manggil chipe  (ckckck pada dapet ide dari mana sih sampe manggil gitu?),, kalau mamaku tercinta manggilnya fafa (aneh yaa??), kata mama sih soalnya dulu waktu kecil, kalo ditanyain namanya gue bilang fafa,, makanya mama masih suka manggil gitu sampe sekarang.
Lahir di palu, 30 november 1997. Sekarang sih udah kelas 3 SMP, di SMP Al-Azhar PALU.
Kalau ditanya gue nih orangnya gimana??,, yah gue sih orangnya rada” pendiam, pengertian, baik sih baik, tapi kalau marah  gue bisa jadi dingin banget sama itu orang atau ngak gue tatap sinis aja gitu (kata temen” sih gue kalau lagi natap gitu jadi mengerikan),,tapi kalau udah bener” marah wah jangan ditanya deh ngamuknya bakal kayak gimana,,bisa kacau satu kelas, trus kalau lagi bad mood bisa jadi jutek+judes banget, rendah hati  n suka berbagi (cie elah narsis amat bu’).
Paling suka sama pelajaran biologi (fanatic malah),, mungkin karena gue pengennya jadi dokter kali yaa… hobi gue membaca mulai dari buku pelajaran, bacaan agama, pengetahuan umum, novel, majalah, ampe komik (pokoknya smuanya deh).. Selain baca, gue juga suka menggambar (walaupun bisanya Cuma gambar arsitektur doang) n nge-dance. Dulu waktu mau ikut lomba  OSN biologi waktunya berdekatan sama pensi, trus di pensi kita pengen nampilin dance. Peserta OSN yang laen pada sibuk belajar, eh gue masih nyempet”tin buat latihan dance, sebenarnya udah kena marah sih, tapi gue latihannya diem”. Alhamdulillah gue masih lolos OSN, jadinya ngak kena marah yang berkelanjutan. Sebenernya papa udah ngelarang buat nge-dance, katanya ngak baik buat kesehatan gue (soalnya gue kan penyakitan), tapi karena udah terlanjur cinta sama dance kali, jadi gue tetep aja nge-dance (maaf ya papa, anakmu yang satu ini melanggar peraturan papa).

Nah gue punya ade cewek satu,, namanya Syarifah Aliyah Fitrisam Al-Aidid (lia),, ade gue tuh orangnya baik, perhatian, suka nolong, jail, ceroboh, kocak, tapi kalau lagi bad mood jutek+judesnya bisa sama kayak gue.. beda umur gue sama ade gue tuh cuma 1 tahun 1 minggu, mungkin karena itu banyak yang bilang kita kembar,, padahal kita itu lahir dengan banyak benget perbedaan, menurut gue  sebagian dari perbedaan kita itu:
1)      Gue agak” kalem, ade gue tomboy
2)      Gue suka membaca, ade gue gak suka buku
3)      Gue nunjukin prestasi di bidang akademik (mungkin karena gu penyakitan kali, makanya ngak bisa yang sibuk”), sedangkan ade gue lebih ke organisasi
4)      Gue penyakitan, ade gue ngak sama sekali
5)      Gue kalo jalan kadang suara kakinya ngak kedengaran, sedangkan ade gue kalo jalan biar dari jarak 10 meter sih udah ketahuan kalo yang jalan itu dia, kasar+berisik banget sih cara jalannya.
6)      Trus muka kita tuh beda banget, gue mirip mama, ade gue mirip papa
Itu hanya contoh kecil dari perbedaan kita yang bejibun (kok orang” pada nyangka kita tuh kembar sih??).

Kalau tadi udah cerita tentang ade gue, sekarang saatnya cerita tentang mama sama papa..
Alright,, mama aja deh duluan,,,
Wanita cantik dan bersahaja ini lahir tanggal 7 maret 1971.. mama tuh orangnya baik (pastinya), pengertian, perhatian, trus supeer sabar hadapin anak”nya yang kayak gue sama lia. Selain itu mama tuh tempat curhat yang asik banget.. mama juga udah kayak dewi penolong deh buat gue sama ade gue,, gimana ngak gitu coba, papa kan kalau udah marah suka meledak”, nah kalau papa udah marah kayak gitu mama lah yang selalu nyelametin gue sama ade gue dari amukan papa,, pernah dulu papa mukul kita berdua, trus habis mukul kita mama sama papa jadi berantem gara” itu (untung berantemnya ngak lama-lama)…
Pokoknya mama tuh the best deh…

Karna mama tadi udah, sekarang papa,,
Beliau lahir tanggal 3 maret 1965,, beda 4 hari doang sama mama (tapi tahunnya jauh),, beliau itu orangnya keras tapi lembut (nah, bingung kan?), tegas, anti ngeliat pelanggaran dikit aja, perfeksionis (mungkin sifat gue yang satu ini nurun dari beliau), pengertian (apalagi sama keluarganya), he does really understand us.

Yah, itulah aku dan kehidupanku, sekian dulu yah perkenalannya..

khusnul khatimah


Gue punya cerita nih,, mudah-mudahan setelah baca cerita ini readers pada terketuk hatinya, dan berubah menjadi orang yang lebih baik lagi,,,  Amin,,,,


Suatu hari Allah menyuruh malaikatul maut untuk mencabut nyawa si Fulan ….
“Assalamualaikum”, kata malaikatul maut, “Waalaikumsalam” jawab si Fulan, “antum siapa?, dan apa keperluan antum datang kemari?”, si Fulan bertanya, “saya adalah malaikatul maut, Allah memerintahkan saya agar mencabut roh antum, dan Allah mamerintahkan saya untuk mencabut roh antum dari bagian mulut”, jawab si tamu, “kalau, begitu silahkan dilaksanakan perintah Allah tersebut”, kata si Fulan. Malaikatul maut-pun mencabut roh si Fulan dari bagian mulut, namun bukannya roh yang keluar dari mulut si Fulan, melainkan Dzikir. Malaikatul maut kembali dan melapor kepada Allah “ya Allah, aku telah berusaha untuk mencabuut nyawa si Fulan dari mulut, namun, bukannya roh yang keluar melainkan dzikir, Ya Allah”, “kalau begitu, cabutlah rohnya dari tangan”, Allah menjawab. Segera setelah itu, malaikatul maut kembali pada si Fulan untuk mencabut rohnya dari tangan, tapi bukannya roh yang keluar, melainkan sedekah, malaikatul maut-pun kembali dan melapor kepada Allah, dan Allah menyuruhnya untuk mencabut roh si Fulan dari kaki, tapi, kejadian yang sama terulang kembali, bukan roh yang keluar tapi, langkah-langkah amal, malaikatul maut kembali lagi dan melapor kepada Allah, “Ya Allah, aku telah mencoba untuk mencabut roh si Fulan dari segala arah, tapi tetap tidah bisa Ya Allah”, “berangkat dan perlihatkan nama-Ku” kata Allah. Malaikatul maut kembali pada si Fulan, dan melaksanakan perintah Allah, si Fulan-pun meninggal dalam keadaan tersenyum, dan setelah kedua telapak tangannya dibuka, ternyata di tangannya tertulis ‘Asmaul Husna’.

Readers, itu tadi adalah salah satu contoh orang shalih yang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah,, semoga kita termasuk golongan orang-orang yang akan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah,,,  Aminn,,,

Senin, 03 Oktober 2011

Oh no,,, we were locked in September

Semua terjadi pada hari kamis, tanggal 22 september,, yah boleh dibilang itu hari yang cukup sial buat gue, and temen-temen,, kesialan berawal dari UH English yang soalnya cukup untuk membuat orang koma langsung QOIT (emang sejak kapan orang koma bisa baca soal ).
Yang tadi itu masih kesialan yang pertama, kesialan kedua adalah di saat gue lagi asik tidur, tiba-tiba gue keinget mau ngajar olim (di school gua kan pake system tutor sebaya),, sesampainya di school buat ngajar gue ketemu sama orang amat sangat tidak pengen gue liat buat saat ini,-back to teaching-, awalnya semua baik-baik and lancar-lancar aja, hingga akhirnya ‘tu orang’ mulai ngomong, ah ngak enak manggil ‘tu orang’ hmm,, panggil dia N aja deh,
pas dia nanya mulu, gue ngomong gini dalam hati “ni orang maunya apa sih,, pingin dibilang cerdas and aktif cause banyak nanya, bagus kalau pertanyaannya berkulitas ini ngak berbobot sama sekali”, pusing gue ngadepin orang kayak si N ini,, reader mau tau ngak dia nanya apaan?,, salah satu pertanyaan konyolnya dia gini, masa dia nanya “ kak,, rumput itu bergizi apa ngak ?? ”, konyol banget kan,, masa yang kayak gitu masih ditanyain lagi sih, ya udah gue jawab aja “emang  kalo rumput tuh ngak bergizi, lo kira sapi ama kambing bisa sampe segede itu apa”,, gondok lama-lama gue denger pertanyaan-pertanyaannya dia.
Yang tadi itu belum ada apa-apanya,, kesialan sesungguhnya terjadi di sini..
karna habis maghrib gue ada les privat di rumahnya Audry, jadi dari school gue langsung aja ke rumahnya Audry.. pas udah sampe di kamarnya Audry gue ketemu sama Ifah, Jihan, and Winda.. pas liat mereka yang pertama gue bilang adalah “hey, guys,, why don’t you wear your veil??”, winda hanya bilang “eh,, chipe (pangilan winda buat gue), pas banget kita juga baru nyampe dari Ramedia”, berhubung gue cuma liat stiker warna-wanri, yah gue tanya “beli apaan aja di Ramedia?”, mereka jawab “kita sejam di Ramedia Cuma beli stiker doang,, cause ngak ada novel keren”.
Pas lagi asik liatin stiker, audry masuk and teriak “hey guys,, u know we’re locked”, yah normal aja kan kalo gue panic, tapi ngak gitu sama temen-temen gue mungkin mereka pikir Audry Cuma becanda doang kali, ya udah buat mastiin kita bener-bener locked apa enggak gue ngikutin Audry ke pintu and coba buat buka pintunya, and ternyata,, “kita bener-bener kekunci” gue ulang “kita bener-bener kekunci”, (biar efeknya makin panic). Yah ternyata emang bener pintu yang batesin ruang duduk, kamar audry, n dapur kotor dengan ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, n kamar utama kekunci. ngak lama kemudian Winda dateng, trus bilang “sini biar gue yang  buka pintunya”, pas winda nyoba buka pintunya and ternyata ngak bisa, kontan tu anak langsung pucat and teriak “guys,, we’re really locked here”,, after Winda teriak gitu Jihan and Ifah langsung dateng, and Ifah nanya gini ke Audry “Dry, emang ngak ada pintu samping apa?”, Audry jawab “ngak ada sih, tapi ada pintu dari tempat cuci ke ruang makan”,, ya udah ngak mau buang buang waktu kita langsung aja ke pintu yang dimaksud,, dan sialnya,, tu pintu kekunci dari ruang makan, masih kurang sial deh kayaknya,, pintu depan juga dikunci dari dalem,,  jadi mau nelpon orang juga percuma, emang bener-bener there’s no way deh.
Kita coba segala cara buat bisa keluar,, pertama kita coba motong kuncinya pake gergaji besi, karna ngak bisa juga,, gue bilang “gimana kalau lewat ventilasi, kan ventilasinya agak gede tuh”, ya udah Audry cepet-cepet ngambil tangga, tapi ternyata tetep aja ngak bisa. Disaat lagi berusaha buat bisa lewat, nokapanya Audry nelpon, berhubung Winda sepupunya Audry, jadi Winda yang jawab telponnya,, gue ngak tau nyokapnya Audry nanya apaan, yang gue denger winda jawab gini “tante ini Winda, aduh Audry lagi di atas tante, lagi berusaha, makasih tante Assalamualaikum”, karna jawaban Winda yang agak konyol, kita semua ketawa, ngak lama kemudian nyokapnya Audry nelpon lagi, kali ini Audry nyeritain semuanya sama nyokapnya, n slesai ngomong ama nyokapnya, Audry bilang “kita bisa lewat ruang makan”, abis ngomong gitu Audry langsung ke pintu di tempat cuci, spontan kita ngikutin, pas liat Audry berusaha susah payah buka jendela nakonya, gue bilang “Dry, pegangin bagian itu”, trus gue buka kacanya, huft,,, setelah kacanya lepas, Audry langsung masukin tangannya n buka pintunya,,,
Ya,,, semuanya bersorak kegirangan, yang tersisa hanya gue and Ifa, yang berusaha ngembaliin kaca ke tempat semula…
Finally,, kita bisa selamat,,,
Time past, and Audry’s mom, arrived home…
Pas nyokabnya Audry nyampe, hal yang pertama beliau lakukan adalah,,,,,, marahain Audry,, “abis deh kita kena sembur”, kata gue dalam hati,
meskipun sebenarnya Cuma di tegur doang and yang di tegur hanya Audry tapi tetep aja, gue ikut ngerasa bersalah juga,,
yah,, ngak papa deh dimarahin,,
Hari ini bener-bener ‘A Day to Remember’ banget buat gue sama temen-temen… pokoknya unforgettable forever deh,,,,

Sabtu, 17 September 2011

Agungnya Waktu Dibandingkan Cinta


             Disebuah pulau tak bernama, ada sebuah kehidupan. Pulau itu dihuni oleh si Bahagia, si Sedih, si Senang, si Kaya, si Miskin, si Tampan, si Cantik, si Jelek dan si Cinta. Mereka hidup berdampingan dalam kedamaian yang belum pernah terjadi di pulau lainnya. Suatu hari, tiba-tiba ada badai dan air laut mendadak pasang. Ombak bergulung-gulung, menghantam pulau itu. Semua penghuninya panic. Mereka sibuk berlarian untuk menyelamatkan diri dan berebut mendapatkan sampan yang  jumlahnya terbatas.
             “Cinta, si makhluk lembut dan paling baik pun bingung karena tidak mendapatkan sampan, juga tidak bisa berenang, sementara air sudah mencapai betisnya. Ia berlari kesana-kemari, minta tolong, tapi tak ada yang menolong. Ketika air sudah mencapai paha, Cinta menangis. Lalu, ia berteriak pada si Bahagia yang siap pergi dengan sampannya. Tapi si Bahagia diam saja. Ia terlalu larut dalam bahagianya karena bisa mendapatkan sampan untuk menyelamatkan diri.
            “Cinta lalu menghampiri si Sedih dan minta pertolongannya. Sedih menjawab, ‘maafkan aku, Cinta. Aku tidak bisa membawamu karena aku pun terlalu sedih dengan takdir Tuhan ini. Aku tidak mau erbagi kesedihan denganmu jika kau ikut naik ke atas sampanku ini. Minta tolonglah pada si senang.’ Cinta lalu menghampiri si Senang dan minta tolong padanya. Tapi, Senang malah tertawa-tawa saking sanangnya mendapatkan sampan, hinnga permohonan Cinta tidak digubrisnya. Cinta semakin sedih, sementara air sudah mencapai pinggangnya.
            “Tapi, ia tidak putus asa. Ia menghampiri si Kaya yang hendak pergi dengan membawa semua kekayaannya. Si Kaya ini pun menolaknya dengan perahunya telah dimuati semua hartanya. Jika si Cinta ikut naik, si Kaya takut tenggelam bersama semua kekayaannya. Cinta mendatangi si Miskin, lalu minta tolong padanya. Tapi, si Miskin tidak bisa pula menolongnya dengan menjawab, ‘Sampanku ini aku beli dari hasil mengemis hingga kecil dan sempit. Kalau kau ikut naik, aku takut kita tenggelam di tengah lautan. Minta tolonglah pada si Tampan dan si Cantik yang naik sampan bersama’. Cinta mendatangi mereka berdua. Tapi, keduanya seakan tak mendengar permohonannya karena mereka sedang larut dalam pesona penampilan masing-masing.
            “Cinta menangis semakin sedih, apalagi ketika air sudah mencapai dadanya. Terakhir, ia mellihat si jelek sedang mendayung melewatinya. Cinta pun memohon pertolongan padanya.
‘Mohon maaf, Cinta. Aku  tak pantas berdekatan denganmu karena aku ini jelek. Aku takut kau yang mulia ini terbawa sial karena berada dekat denganku. Maafkan aku Cinta,’ jawab si Jelek, lalu pergi dari hadapan Cinta dengan sampannya. Cinta kini sendiri. Ia menangis tersedu-sedu, sementara air sudah sampai lehernya dan hampir membuatnya tenggelam.
            “Akhirnya, ia pun pasrah pada takdir yang akan menghampirinya. Namun, di saat air hampir menenggelamkannya, seorang kakek berpakaian putih langsung menariknya hingga cinta ke atas sampannya. Cinta senang dengan pertolongan itu. Ia dibawa menuju ke sebuah pulau yang tak bernama. Ketika sampai di pantai pulau tak bernama itu, si kakek  pergi begitu saja. Cinta yang terlalu senang jadi lupa menanyakan siapa gerangan  kakek baik itu. Lalu, ia bertanya pada penduduk setempat mengenai kakek tersebut. Penduduk itu menjawab,
‘Dialah sang Waktu!”.


“Sebuah filosofi kehidupan. Nyata waktulah yang lebih agung daripa cinta karena waktu itu tak pernah bisa ditentukan kapan datang dan perginya, meski sejatinya selalu ada di sekitar kita dan lebih bisa menghargai cinta.”