Senin, 03 Oktober 2011

Oh no,,, we were locked in September

Semua terjadi pada hari kamis, tanggal 22 september,, yah boleh dibilang itu hari yang cukup sial buat gue, and temen-temen,, kesialan berawal dari UH English yang soalnya cukup untuk membuat orang koma langsung QOIT (emang sejak kapan orang koma bisa baca soal ).
Yang tadi itu masih kesialan yang pertama, kesialan kedua adalah di saat gue lagi asik tidur, tiba-tiba gue keinget mau ngajar olim (di school gua kan pake system tutor sebaya),, sesampainya di school buat ngajar gue ketemu sama orang amat sangat tidak pengen gue liat buat saat ini,-back to teaching-, awalnya semua baik-baik and lancar-lancar aja, hingga akhirnya ‘tu orang’ mulai ngomong, ah ngak enak manggil ‘tu orang’ hmm,, panggil dia N aja deh,
pas dia nanya mulu, gue ngomong gini dalam hati “ni orang maunya apa sih,, pingin dibilang cerdas and aktif cause banyak nanya, bagus kalau pertanyaannya berkulitas ini ngak berbobot sama sekali”, pusing gue ngadepin orang kayak si N ini,, reader mau tau ngak dia nanya apaan?,, salah satu pertanyaan konyolnya dia gini, masa dia nanya “ kak,, rumput itu bergizi apa ngak ?? ”, konyol banget kan,, masa yang kayak gitu masih ditanyain lagi sih, ya udah gue jawab aja “emang  kalo rumput tuh ngak bergizi, lo kira sapi ama kambing bisa sampe segede itu apa”,, gondok lama-lama gue denger pertanyaan-pertanyaannya dia.
Yang tadi itu belum ada apa-apanya,, kesialan sesungguhnya terjadi di sini..
karna habis maghrib gue ada les privat di rumahnya Audry, jadi dari school gue langsung aja ke rumahnya Audry.. pas udah sampe di kamarnya Audry gue ketemu sama Ifah, Jihan, and Winda.. pas liat mereka yang pertama gue bilang adalah “hey, guys,, why don’t you wear your veil??”, winda hanya bilang “eh,, chipe (pangilan winda buat gue), pas banget kita juga baru nyampe dari Ramedia”, berhubung gue cuma liat stiker warna-wanri, yah gue tanya “beli apaan aja di Ramedia?”, mereka jawab “kita sejam di Ramedia Cuma beli stiker doang,, cause ngak ada novel keren”.
Pas lagi asik liatin stiker, audry masuk and teriak “hey guys,, u know we’re locked”, yah normal aja kan kalo gue panic, tapi ngak gitu sama temen-temen gue mungkin mereka pikir Audry Cuma becanda doang kali, ya udah buat mastiin kita bener-bener locked apa enggak gue ngikutin Audry ke pintu and coba buat buka pintunya, and ternyata,, “kita bener-bener kekunci” gue ulang “kita bener-bener kekunci”, (biar efeknya makin panic). Yah ternyata emang bener pintu yang batesin ruang duduk, kamar audry, n dapur kotor dengan ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, n kamar utama kekunci. ngak lama kemudian Winda dateng, trus bilang “sini biar gue yang  buka pintunya”, pas winda nyoba buka pintunya and ternyata ngak bisa, kontan tu anak langsung pucat and teriak “guys,, we’re really locked here”,, after Winda teriak gitu Jihan and Ifah langsung dateng, and Ifah nanya gini ke Audry “Dry, emang ngak ada pintu samping apa?”, Audry jawab “ngak ada sih, tapi ada pintu dari tempat cuci ke ruang makan”,, ya udah ngak mau buang buang waktu kita langsung aja ke pintu yang dimaksud,, dan sialnya,, tu pintu kekunci dari ruang makan, masih kurang sial deh kayaknya,, pintu depan juga dikunci dari dalem,,  jadi mau nelpon orang juga percuma, emang bener-bener there’s no way deh.
Kita coba segala cara buat bisa keluar,, pertama kita coba motong kuncinya pake gergaji besi, karna ngak bisa juga,, gue bilang “gimana kalau lewat ventilasi, kan ventilasinya agak gede tuh”, ya udah Audry cepet-cepet ngambil tangga, tapi ternyata tetep aja ngak bisa. Disaat lagi berusaha buat bisa lewat, nokapanya Audry nelpon, berhubung Winda sepupunya Audry, jadi Winda yang jawab telponnya,, gue ngak tau nyokapnya Audry nanya apaan, yang gue denger winda jawab gini “tante ini Winda, aduh Audry lagi di atas tante, lagi berusaha, makasih tante Assalamualaikum”, karna jawaban Winda yang agak konyol, kita semua ketawa, ngak lama kemudian nyokapnya Audry nelpon lagi, kali ini Audry nyeritain semuanya sama nyokapnya, n slesai ngomong ama nyokapnya, Audry bilang “kita bisa lewat ruang makan”, abis ngomong gitu Audry langsung ke pintu di tempat cuci, spontan kita ngikutin, pas liat Audry berusaha susah payah buka jendela nakonya, gue bilang “Dry, pegangin bagian itu”, trus gue buka kacanya, huft,,, setelah kacanya lepas, Audry langsung masukin tangannya n buka pintunya,,,
Ya,,, semuanya bersorak kegirangan, yang tersisa hanya gue and Ifa, yang berusaha ngembaliin kaca ke tempat semula…
Finally,, kita bisa selamat,,,
Time past, and Audry’s mom, arrived home…
Pas nyokabnya Audry nyampe, hal yang pertama beliau lakukan adalah,,,,,, marahain Audry,, “abis deh kita kena sembur”, kata gue dalam hati,
meskipun sebenarnya Cuma di tegur doang and yang di tegur hanya Audry tapi tetep aja, gue ikut ngerasa bersalah juga,,
yah,, ngak papa deh dimarahin,,
Hari ini bener-bener ‘A Day to Remember’ banget buat gue sama temen-temen… pokoknya unforgettable forever deh,,,,

Sabtu, 17 September 2011

Agungnya Waktu Dibandingkan Cinta


             Disebuah pulau tak bernama, ada sebuah kehidupan. Pulau itu dihuni oleh si Bahagia, si Sedih, si Senang, si Kaya, si Miskin, si Tampan, si Cantik, si Jelek dan si Cinta. Mereka hidup berdampingan dalam kedamaian yang belum pernah terjadi di pulau lainnya. Suatu hari, tiba-tiba ada badai dan air laut mendadak pasang. Ombak bergulung-gulung, menghantam pulau itu. Semua penghuninya panic. Mereka sibuk berlarian untuk menyelamatkan diri dan berebut mendapatkan sampan yang  jumlahnya terbatas.
             “Cinta, si makhluk lembut dan paling baik pun bingung karena tidak mendapatkan sampan, juga tidak bisa berenang, sementara air sudah mencapai betisnya. Ia berlari kesana-kemari, minta tolong, tapi tak ada yang menolong. Ketika air sudah mencapai paha, Cinta menangis. Lalu, ia berteriak pada si Bahagia yang siap pergi dengan sampannya. Tapi si Bahagia diam saja. Ia terlalu larut dalam bahagianya karena bisa mendapatkan sampan untuk menyelamatkan diri.
            “Cinta lalu menghampiri si Sedih dan minta pertolongannya. Sedih menjawab, ‘maafkan aku, Cinta. Aku tidak bisa membawamu karena aku pun terlalu sedih dengan takdir Tuhan ini. Aku tidak mau erbagi kesedihan denganmu jika kau ikut naik ke atas sampanku ini. Minta tolonglah pada si senang.’ Cinta lalu menghampiri si Senang dan minta tolong padanya. Tapi, Senang malah tertawa-tawa saking sanangnya mendapatkan sampan, hinnga permohonan Cinta tidak digubrisnya. Cinta semakin sedih, sementara air sudah mencapai pinggangnya.
            “Tapi, ia tidak putus asa. Ia menghampiri si Kaya yang hendak pergi dengan membawa semua kekayaannya. Si Kaya ini pun menolaknya dengan perahunya telah dimuati semua hartanya. Jika si Cinta ikut naik, si Kaya takut tenggelam bersama semua kekayaannya. Cinta mendatangi si Miskin, lalu minta tolong padanya. Tapi, si Miskin tidak bisa pula menolongnya dengan menjawab, ‘Sampanku ini aku beli dari hasil mengemis hingga kecil dan sempit. Kalau kau ikut naik, aku takut kita tenggelam di tengah lautan. Minta tolonglah pada si Tampan dan si Cantik yang naik sampan bersama’. Cinta mendatangi mereka berdua. Tapi, keduanya seakan tak mendengar permohonannya karena mereka sedang larut dalam pesona penampilan masing-masing.
            “Cinta menangis semakin sedih, apalagi ketika air sudah mencapai dadanya. Terakhir, ia mellihat si jelek sedang mendayung melewatinya. Cinta pun memohon pertolongan padanya.
‘Mohon maaf, Cinta. Aku  tak pantas berdekatan denganmu karena aku ini jelek. Aku takut kau yang mulia ini terbawa sial karena berada dekat denganku. Maafkan aku Cinta,’ jawab si Jelek, lalu pergi dari hadapan Cinta dengan sampannya. Cinta kini sendiri. Ia menangis tersedu-sedu, sementara air sudah sampai lehernya dan hampir membuatnya tenggelam.
            “Akhirnya, ia pun pasrah pada takdir yang akan menghampirinya. Namun, di saat air hampir menenggelamkannya, seorang kakek berpakaian putih langsung menariknya hingga cinta ke atas sampannya. Cinta senang dengan pertolongan itu. Ia dibawa menuju ke sebuah pulau yang tak bernama. Ketika sampai di pantai pulau tak bernama itu, si kakek  pergi begitu saja. Cinta yang terlalu senang jadi lupa menanyakan siapa gerangan  kakek baik itu. Lalu, ia bertanya pada penduduk setempat mengenai kakek tersebut. Penduduk itu menjawab,
‘Dialah sang Waktu!”.


“Sebuah filosofi kehidupan. Nyata waktulah yang lebih agung daripa cinta karena waktu itu tak pernah bisa ditentukan kapan datang dan perginya, meski sejatinya selalu ada di sekitar kita dan lebih bisa menghargai cinta.”

Minggu, 14 Agustus 2011

'Matahari yang Takkan kembali'

Saat teringat kembali akan kenangan pahit itu,
seketika mengangkat kembali luka yang tak tersembuhkan,
walau bartahun-tahun tlah terlewati.
sakit, sangat sakit,,
hal itu jadi makin menyakitkan
saat mengingat ketidaktahuanku pada saat itu.
sesuatu yang berharga telah pergi dari hidupku,
matahari di hatiku yang selalu setia menemani hari-hariku,
kini telah terbenam.
matahari yang telah terbenam itu,
takkan pernah terbit lagi untuk selamanya.
meninggalkan ruang kosong di dalam hatiku,
yang takkan pernah terisi sampai kapanpun dan oleh siapapun, dan
ruang kosong tersebut hanya menyisakan luka dan penyesalan tiada akhir,,
luka itu takkan pernah tersembuhkan,,
dan penyesalan itupun takkan tertebus.

Sekarang,,,
aku hanya bisa terdiam disini,,
dan menyesali hari itu..

Selamat jalan matahariku,,
semoga kau tenang disana..

Ku disini akan selalu mengenang,
dan menyayangimu...
'Selamanya'...





"this note belongs to someone that is very precious for me,,,
the one who really understand me,, and always support me
this person is my inspiration, my teacher, my best friend, my family,,
and everything..."

"thanks for everything that you've said,,
even you're not here anymore,, but my heart will and always
'keep you'.."